PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah kota Pekanbaru sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro di Kecamatan Tampan empat hari terakhir.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan kasus Covid-19 di kecamatan dengan penduduk terpadat di Kota Pekanbaru tersebut.
Namun, langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru tersebut belum mampu menekan tingginya kasus covid-19 di wilayah Pekanbaru.
Karena itulah, Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Firdaus terus mengingatkan masyarakatnya agar pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dan bersinergi dalam mencegah dan menangani Covid19.
"Pemerintah melaksanakan 3T dan masyarakat 4M," katanya, saat Press Conference terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kota Pekanbaru, Sabtu (19/09/2020).
Dijelaskan Firdaus, tugas pemerintah adalah melaksanakan 3 T untuk mengetahui penularan Covid-19 dan mencegahnya. 3 T tersebut adalah testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan).
Kemudian sebut Wako Pekanbaru ini, tugas masyarakat adalah menjalankan minimal 4 M yaitu wajib menggunakan masker dimanapun tempatnya, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
Ia mengajak semua komponen baik pemerintah maupun masyarakat bersatu padu bersinergi untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan melakukan usaha dan bedoa supaya terhindar dari Covid19.
"Semoga kita bisa menyelamatkan masyarakat kita dan juga meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan kita," ujar Wali Kota.
Sementara itu, dari data yang kami himpun melalui situs coronariau.go.id, per 3 Maret 2020 hingga tanggal 20 September 2020, pukul 09.37 WIB pagi tadi, hampir seluruh wilayah Pekanbaru masih berada di zona merah.
Kecamatan Tampan masih menjadi daerah dengan kumulatif kasus Covid-19 tertinggi dengan jumlah 419 kasus terkonfirmasi, Marpoyan Damai 312 kasus terkonfirmasi, disusul Kecamatan Bukitraya sebanyak 271 kasus terkonfirmasi, Payung Sekaki 252 kasus terkonfirmasi.
Berikut Sebaran kasus Covid-19 di Kota Pekanbaru yang bisa kami cuplik mulai 3 Maret 2020 hingga tanggal 20 September 2020:
1. Kecamatan Rumbai : Konfirmasi 148, Isolasi mandiri 61 pasien, Isolasi di rumah sakit 18 pasien, sembuh 63 pasien, meninggal 6 orang.
2. Kecamatan Rumbai Pesisir: Konfirmasi 165 kasus, Isolasi mandiri 81 pasien, isolasi di rumah sakit 31, sembuh 51 pasien, meninggal 2 pasien.
3. Kecamatan Senapelan (zona hijau): Konfirmasi 107 kasus, isolasi mandiri 59 pasien, isolasi di rumah sakit 16 pasien, sembuh 30 orang, meninggal 2 pasien.
4. Kecamatan limapuluh: Konfirmasi 75 kasus, Isolasi mandiri 28 kasus, isolasi di rumah sakit 15 kasus, sembuh 28 pasien, meninggal 4 orang.
5. Kecamatan payung Sekaki : Konfirmasi 252 kasus, Isolasi mandiri 96 pasien, isolasi di rumah sakit 62 pasien, sembuh 85 pasien, meninggal 9 orang.
6. Kecamatan Pekanbaru Kota: Konfirmasi 119 kasus, isolasi mandiri 22 pasien, isolasi di rumah sakit 36 pasien, meninggal 2 orang.
7. Kecamatan Sail: Konfirmasi 97 kasus, Isolasi mandiri 54 pasien, isolasi di rumah sakit 12 pasien, Sembuh 30 pasien, meninggal 1 orang.
8. Kecamatan Tampan : Konfirmasi 419 kasus, isolasi mandiri 175 pasien, isolasi di rumah sakit 73 pasien, sembuh 166 pasien, meninggal dunia 5 orang.
9. Kecamatan Bukitraya: Konfirmasi 271 kasus, isolasi mandiri 122 pasien, isolasi di rumah sakit 59 pasien, sembuh 86 pasien, meninggal 4 orang.
10. Kecamatan Tenayan Raya: Konfirmasi 188 kasus, isolasi mandiri 68 pasien, isolasi di rumah sakit 26 pasien, sembuh 90 pasien, meninggal dunia 4.
11. Kecamatan Sukajadi: Konfirmasi 120 kasus, isolasi mandiri 36 pasien, isolasi di rumah sakit 26 pasien, sembuh 56 pasien, meninggal dunia 2 orang.
12. Kecamatan Marpoyan Damai : konfirmasi 312 kasus, isolasi mandiri 125 pasien, isolasi di rumah sakit 69 pasien, sembuh 113 pasien, meninggal dunia 5 orang. (R04)
Sumber Berita: Data olahan Data Sebaran COVID-19 Kota Pekanbaru coronariau.go.id